Asam Urat adalah penyakit sendi yang berhubungan dengan metabolisme. Sejatinya tubuh secara alami mencerna asam urat dan mengeluarkannya melalui urine. Namun ketika ginjal tak mampu membuang asam urat maka kadarnyapun meningkat. Gejala yang timbul yaitu kadar asam urat dalam darah melebihi batas normal dan terasa sakit pada tulang sendi. Sendi yang terserang tampak membengkak, merah, panas, nyeri di kulit, sakit kepala dan nafsu makan menurun. Bila dibiarkan penyakit asam urat dapat mengakibatkan batu ginjal, bahkan gagal ginjal. Berikut ini saya tulis
beberapa resep untuk meringankan penyakit asam urat;
Senin, 25 Februari 2013
Senin, 24 Desember 2012
Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus)
Salah satu tanaman obat Indonesia yang sangat berkhasiat adalah Tanaman Kumis Kucing, dinamakan tanaman kumis kucing karena pada bagian bunga ada yang menyerupai kumis hewan piaraan yaitu kucing.
Sinonim
Nama Latin Orthosiphon longiflorum, Orthosiphongrandiflorus Bold., Orthosiphon stamineus Benth.
Nama Daerah Remujung, Sesalaseyan, Soengot koceng
Klasifikasi
Bangsa : Labiales
Suku : Labiateae / Lamiaceae
Marga : Orthosiphon
Jenis : Orthosiphon aristatus (B1.)Miq)
Bagian yang dipakai : seluruh bagian tumbuhan, basah atau kering (dianginkan dahulu, lalu dijemur di panas matahari)
Kegunaan : infeksi kandung kemih dan batu dalam kandung kemih, kencing batu, batu kantung empedu, encok, bengkak kandung kemih, infeksi saluran kencing, keputihan.
TEKNIK BUDIDAYA BUAH NAGA
Buah Naga atau Dragon fruit termasuk famili Cactaceae (kaktus) merupakan salah satu tanaman buah yang berkhasiat obat dan mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Keunukan tanaman buah naga adalah pada saat penyerbukan cenderung terjadi pada malam hari serta bentuk buahnya yang seperti kepala naga.
SYARAT TUMBUH
- Buah Naga atau Dragon Fruit tumbuh baik dalam keadaan sinar matahari langsung (intensitas cahaya matahari 70-80 %,
- Curah hujan 60 mm/bln atau 720 mm/th. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman buah naga akan maksimal pada ketinggian 0 - 350 meter dpl;
- Tanah dalam keadaan porositas tinggi;
- Suhu udara yang ideal bagi tanaman 26-36°C dan kelembaban 70-90%;
- Derajat keasaman tanah bersifat alkalis 6,5-7
Minggu, 23 Desember 2012
PENGENDALIAN PENYAKIT BLAST
Serangan blas daun yang tinggi dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan anakan produktif yang menyebabkan malai kecil dengan sedikit gabah bahkan dapat menyebabkan seluruh tanaman mati sebelum berbunga. Serangannya dapat menurunkan hasil secara langsung karena leher malai busuk dan patah sehinggapengisian terganggu dan bulir padi menjadi hampa.
Sabtu, 22 Desember 2012
PENGENDALIAN HAMA-PENYAKIT JAGUNG
Kali ini saya akan menulis tentang Pengendalian Hama dan Penyakit pada Jagung secara terpadu yang merupakan program nasional untuk menciptakan landasan bagi pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. PHT, adalah upaya pengendalian populasi atau tingkat serangan organisme pengganggu tumbuhan dengan menggunakan satu atau lebih dari berbagai teknik pengendalian yang dikembangkan dalam satu kesatuan, untuk mencegah timbulnya kerugian secara ekonomis dan lingkungan hidup.
Tujuan kegiatan pengendalian hama penyakit pada tanaman jagung adalah :
Tujuan kegiatan pengendalian hama penyakit pada tanaman jagung adalah :
- Untuk mengantisipasi dan menghindari terjadinya serangan hama penyakit yang akan menurunkan hasil produksi atau terjadinya kegagalan dalam pelaksanaan kegiatan usahatani budidaya jagung.
- Untuk menjaga agar pertumbuhan tanaman tetap sehat.
- Untuk menghindari pemakaian obat-obatan atau pestisida yang kurang efektif, yang akan menurunkan mutu produksi karena pengaruh residu pestisida.
- Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam kegiatan pengendalian hama penyakit tanaman secara terpadu di tingkat lapangan usaha tani.
Sabtu, 11 Agustus 2012
PEMBUATAN TEPUNG CASSAVA
Kandungan gizi ubi kayu (per 100 gram bahan) ;
| KOMPONEN | KADAR |
| Kalori | 146,00 kal |
| Air | 62,50 gr |
| Phosphor | 40,00 mg |
| Karbohidrat | 34,00 gr |
| Kalsium | 33,00 mg |
| Vitamin C | 30,00 mg |
| Protein | 1,20 gr |
| Besi | 0,70 mg |
| Lemak | 0,30 gr |
| Vitamin B1 | 0,06 mg |
| Berat dapat dimakan | 75,00 |
Bahan dan Alat
Bahan :
1. Singkong
2. Natrium meta bisulfit
Alat :
1. Penyawut
2. Baskom besar
3. Tampah
4. Kain saring
CARA MEMBUAT
Proses pembuatan tepung cassava sangatlah mudah dan murah, adapun prosesnya sebagai berikut :
- Ubi kayu/singkong dikupas,dicuci sampai bersih kemudian dilakukan penyawutan
- Penyawutan dapat dilakukan secara manual maupun secara mekanis dengan mesin penyawut, kemudian dibungkus dengan kain saring dan dilakukan pengepresan atau dilakukan dengan membebani alat pemberat misalnya batu atau kayu. Hal ini untuk mempermudah dan mempercepat pengeringan cassava.
- Bila ingin memperoleh tepung cassava yang berkualitas baik dengan tingkat keputihan yang tinggi hasil penyawutan dapat direndam dengan larutan Natrium meta bisulfit 0,1 % selama 30 menit, kemudian diangkat dan dilakukan pengepresan seperti di atas.
Perlu diketahui air hasil pengepresan jangan dibuang karena mengandung pati dan dapat diambil patinya untuk dikembalikan atau dicampur dengan simplisia cassava.
Singkong
↓
Pengupasan
↓
Air → Pencucian
↓
Penyawutan
↓
Natrium beta bisulfit 0,1 % → Perendaman
(30 mnt)
↓
Pengepresan
↓
Penjemuran
↓
Tepung cassava
Itulah cara pembuatan tepung cassava, semoga dapat berguna untuk para pengunjung.
Sabtu, 28 Juli 2012
AMONISASI JERAMI PADI SEBAGAI PAKAN TERNAK RUMINANSIA
Limbah pertanian terutama jerami padi tersedia cukup banyak sepanjang tahun sehabis panen, belakangan ini jerami mulai dimanfaatkan untuk berbagai keperluan misalnya sebagai media tumbuh jamur, sebagai bahan pupuk bokhasi, namun sebagian kecil saja yang dimanfaatkan sebagai makanan ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing/domba) terutama dimusim kemarau. Hal ini dapat dimengerti karena jerami padi miskin akan kandungan zat-zat makanan, serat kasarnya tinggi dan daya cernanya rendah. Dengan amoniasi jerami padi sebagai makanan ternak ruminansia dapat memberikan keuntungan yaitu mutu jerami meningkat terutama kandungan protein dan daya cernanya
CARA MEMBUAT AMONIA JERAMI PADI
Bahan :
Jerami padi 100 kg
Urea 12 kg
Air 200 kg
Plastik ½ rol 1,5 kg
Alat yang Digunakan :
Ember 1 buah
Gembor 10 liter 1 buah
Timbangan Gantung 1 buah
Tali raffia 1 buah
LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN AMONIA JERAMI
1. Pilih tempat yang datar seluas 2,5 X 3 meter.
2. Tebar plastic dengan ukuran 3/2 dan panjang 3 meter di atas tempat yang datar.
3. Timbang jerami sebanyak 50 kg dan tebarkan di atas plastic secara merata.
4. Ambil air sebanyak 40 liter dalam 4 gembor dan siramkan secara merata di atas jerami padi.
5. Timbang Urea sebanyak 3 kg dan larutkan kedalam 10 liter air.
6. Semprotkan secara merata larutan urea di atas jerami
7. Ulangi langkah ke 3-6 sampai jumlah jerami mencapai 200 kg.
8. Tutup tumpukan jerami rapat-rapat dengan plastic, dengan tikar-tikar bekas atau jerami yang tidak terpakai.
PEMBERIAN JERAMI AWETAN PADA TERNAK RUMINANSIA
Waktu membuka tumpukan
1. Tumpukan jerami padi boleh dibuka setelah 3-4 minggu (tidak boleh membuka sebelum waktunya)
2. Pengambilan secara sebagian-sebagian, membuka tumpukan dimulai dari salah satu sisi dengan mengangkat lapisan plastic ke samping dan setelah pengambilan jerami tutup kembali lapisan plastic dengan baik.
Waktu dan Jumlah Pemberian Kepada Ternak
1. Jerami awetan sebaiknya diangin-anginkan dulu kurang lebih 3 jam atau dijemur sebentar dibawah sinar matahari.
2. Jerami awetan sebaiknya diberikan ternak sudah tidak berbau ammonia
3. Jumlah yang diberikan kepada ternak 6-7 kg jerami padi awetan pada ternak sapi (atau 50% kebutuhan bahan kering)
Kebutuhan Jerami Awetan Untuk berbagai Ukuran Pemilikan Ternak
| Jumlah Ternak (ekor) | Jerami Awetan (kg) | Urea (kg) | Air (kg) | Luas Tempat (m²) | Tenaga Kerja (orang X Jam) |
| 1 | 200 | 12 | 200 | 2 X 3 | 4 X 1 |
| 2 | 400 | 24 | 400 | 3 X 4 | 4 X 2 |
| 4 | 750 | 45 | 750 | 4 X 5 | 4 X 4 |
| 8 | 1.500 | 90 | 1.500 | 5 X 7 | 8 X 4 |
| 10 | 1.850 | 111 | 1.850 | 6 X 8 | 10 X 4 |
1. Perkiraan jumlah yang dimakan 6 kg/ekor/hari.
2. Urea yang diberikan adalah 6% dari jumlah jerami yang diawetkan
3. Air yang disiramkan berbanding 1 : 1 dengan yang diawetkan
4. Untuk jerami yang lebih dari 700-800 kg, tenaga kerja yang dibutuhkan lebih dari 4 orang dalam ½ hari kerja
Komposisi kimia dari jerami padi biasa dan Jerami Padi yang Diawetkan
| Komposisi Kimia | Jerami Padi Biasa | Jerami Padi Amonisasi |
| Bahan Kering | 88,90 | 88,70 |
| Protein Kasar | 4,94 | 7,66 |
| Abu | 13,26 | 12,34 |
| Serat Kasar | 36,38 | 38,97 |
| Lemak | 3,17 | 2,42 |
| N.F.E (Nitrogen Free Extact) | 31,13 | 27,33 |
Langganan:
Postingan (Atom)

