Senin, 11 Mei 2015

Penggerek Batang Padi



Penggerek Batang Padi Merupakan salah satu hama penting pada tanaman padi karena sering menimbulkan  kerusakan dan menurunkan hasil yang cukup tinggi. Keberadaan hama ini dpt dilihat dr  adanya  ngengat   di pertanaman padi dan larva di dalam  batang. Kerusakan terjadi akibat larva merusak  sistem    pembuluh tanaman di dalam batang. Hama ini menyerang tanaman sejak di pembibitan  hingga   pembentukan malai.

Gejala Serangan
GEJALA  SUNDEP Bila serangan menyebabkan anakan padi mati pada stadia vegetatif.
GEJALA  BELUK Bila serangan menyebabkan anakan padi mati pada stadia generative

Gejala Sundep

 
Gejala Beluk




CARA PENGENDALIANNYA
A.  Pada Daerah Serangan Endemik
1.  Pengaturan Pola Tanam
•    Tanam serentak untuk membatasi sumber makanan bagi penggerek batang padi
•    Rotasi tanaman padi dengan tanaman bukan padi    untuk memutus siklus hidup hama
•    Pengaturan waktu tanam yaitu berdasarkan penerbangan ngengat atau populasi larva di tunggul padi :
ü 15 hari sesudah puncak penerbangan ngengat generasi pertama
ü dan atau 15 hari sesudah puncak penerbangan ngengat generasi berikutnya 
2.  Pengendalian Secara Mekanik dan Fisik
ü Mekanik: mengumpulkan kelompok telur  di persemaian dan di pertanaman
ü Fisik : - penyabitan tanaman serendah mungkin
-   penggenangan air setinggi 10 cm agar jerami atau pangkal jerami cepat membusuk sehingga larva atau pupa mati

3.  Pengendalian Hayati
Pemanfaatan musuh alami parasitoid:     Trichogramma japonicum: dosis 20 pias/ha
(1 pias = 2000-2500 telur terparasit) sejak awal pertanaman
4. Pengendalian Kimiawi
•     Serangan pada 10% anakan sudah merugikan atau adanya 4 koloni telur /rumpun pd fase  bunting
•     Pengendalian efektif dilakukan sblm fase generatif.
•     Dianjurkan menggunakan insektisida  berbahan aktif : 
              -   Carbofurant (Furadan),
              -   Carbosulfan (Marshal),
              -   Dimehipo (Dipho),
              -   Bisultap (Spontan),
              -   Amitraz (Mitac),
              -   Fipronil (Regent).
5. Pengendalian Preventif
•     Light trap

B.  Pada Daerah Serangan Sporadik
•    Cara pengendalian menggunakan insektisida  yang dapat diterapkan sesuai dengan keadaan  setempat
Penyemprotan dengan insektisida pada saat 4 hari  setelah ada penerbangan ngengat berdasarkan   pemantauan pada light trap atau intensitas serangan   rata-rata > 5% sundep.
Rekan petani itulah sedikit tentang penggerek batang padi dan pengendaliannya. Semoga bermanfaat..

Minggu, 10 Mei 2015

Identifikasi dan Pengendalian Hama Utama Padi


Padi merupakan komoditi pertanian yang paling luas dibudidayakan oleh masyarakat/petani. Namun berbagai hambatan sepertinya datang silih berganti ketika menanam padi, mulai dari cuaca/iklim, ketersediaan air sampai banyaknya hama dan penyakit yang siap menyerang tanaman padi tsb. Kali ini saya akan menulis cara-cara identifikasi dan pengendalian hama – hama yang paling sering menyerang tanaman padi. Namun sebelum masuk ke teknis identifikasi dan pengendalian hama pada tanaman padi tersebut perlu saya sampaikan pengertian-pengertian istilah yang sering muncul ketika kita mendengar tanaman padi.

Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)
 adalah organisme yg mengganggu pertumbuhan tanaman pokok, yg.dpt menimbulkan kerusakan dan dapat merugikan petani.

Jumat, 01 Mei 2015

Biopestisida Power untuk Wereng Hijau


Wereng hijau merupakan vector/pembawa virus yang menyebabkan penyakit tungro. Penyakit tungro merupakan salah satu peyakit penting pada tanaman padi. Kehilangan hasil akibat penyakit yang ditimbulkan oleh wereng  hijau ini bisa sampai gagal panen, tergantung stadia tanaman ketika terserang.

Pengendalian tungro/wereng hijau merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan usaha tan padii. Selama ini penggunaan pestisida kimia selalu menjadi andalan untuk mengatasi hama penyakit ini. Namun penggunaan bahan kimia yang secara terus menerus  menimbulkan dampak negatif, baik bagi kesehatan maupun bagi kelestarian lingkungan. Dampak negatif tersebut antara lain: meningkatnya resistensi (kekebalan) bagi hama, timbulnya ledakan hama, timbulnya hama sekunder, timbulnya efek residu pada hasil pertanian/peternakan, timbulnya gangguan kesehatan manusia, dan adanya kontaminasi/pencemaran lingkungan. Salah satu alternative yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan penggunaan biopestisida. Berikut ini cara pembuatan biopestisida untuk mengendalikan wereng hijau

Bahan-bahan:
1.       Gadung                   5 kg
2.       Dlingu                   0,5 kg
3.       Tembakau           1,5 kg
4.       Gula pasir            2 kg

  Cara membuat:
1.       Umbi gadung diparut kemudian  ambil airnya
2.       Dlingu ditumbuk sampai halus dan ditambahkan 1 liter air lalu diperas dan diambil airnya
3.       Tembakau direbus dengan 10 liter air, biarkan sampai dingin
4.       Semua bahan tersebut dicampur dan dimasukkan  ke dalam tong/ember lalu    ditambahkan gula pasir
5.       Aduk semua campuran bahan dan simpan selama 3 hari
6.       Setelah 3 hari diperas dan siap digunakan
7.       Cara penggunaannya yaitu setiap 50 cc larutan dicampur dengan 12 liter air lalu   disemprotkan ke tanaman.
8.       Selamat mencoba