Arang
sekam merupakan salah satu hasil ikutan dari proses penggilingan padi. Arang sekam memiliki banyak manfaat terutama
di bidang pertanian. Para petani memanfaatkan arang sekam sebagai penggembur
tanah, bahan pembuatan kompos, pupuk bokashi, media tanam dan media persemaian.
Arang
sekam dibuat dari pembakaran tak sempurna atau pembakaran parsial sekam padi.
Bahan baku arang sekam bisa didapatkan dengan mudah di tempat-tempat penggilingan beras. Bahkan di beberapa tempat, sekam padi dianggap sebagai limbah karena dibuang di sembarang tempat. Sebanyak 20-30% dari proses penggilingan padi akan dibuang dalam bentuk sekam padi.
Di dalam tanah, arang sekam bekerja dengan cara memperbaiki struktur fisik, kimia dan biologi tanah. Arang sekam bisa meningkatkan porositas tanah sehingga tanah menjadi gembur sekaligus juga meningkatkan kemampuan tanah menyerap air.
Bahan baku arang sekam bisa didapatkan dengan mudah di tempat-tempat penggilingan beras. Bahkan di beberapa tempat, sekam padi dianggap sebagai limbah karena dibuang di sembarang tempat. Sebanyak 20-30% dari proses penggilingan padi akan dibuang dalam bentuk sekam padi.
Di dalam tanah, arang sekam bekerja dengan cara memperbaiki struktur fisik, kimia dan biologi tanah. Arang sekam bisa meningkatkan porositas tanah sehingga tanah menjadi gembur sekaligus juga meningkatkan kemampuan tanah menyerap air.
Secara
biologis, tanah yang gembur merupakan media yang baik bagi tumbuh dan
berkembangnya organisme hidup. Baik yang berupa mikroorganisme seperti bakteri
akar maupun makroorganisme seperti cacing tanah. Kelebihan lainnya, arang sekam
tidak membawa mikroorganisme patogen. Karena proses pembuatannya yang melalui
pembakaran sehingga relatif steril.






