Sabtu, 21 Mei 2016

Seleksi Benih Padi



Salah satu hal yang mungkin jarang dilakukan oleh petani kita sebelum menyemai benih padi yaitu menyeleksi benih. Setelah membeli benih di toko pertanian, para petani beranggapan bahwa kualitas benih yang mereka beli tadi pastilah bagus, kan sudah berlabel, begitu kira-kira. Kalau jaman ortu atau mbah saya dulu, mereka menyeleksi benih padi dengan cara memilih gabah yang memang betul-betul baik penampakannya dan kualitasnya tentu saja. Mereka memilih/mengambil gabah calon benih sebelum tanaman dipanen semua di lahan dengan menggunakan ani-ani, sehingga butir gabah calon benih tidak rusak/pecah. 
Benih padi yang unggul sangat penting sekali dalam suatu usahatani, karena benih merupakan faktor utama dan penentu keberhasilan suatu budidaya. Benih bermutu adalah benih dengan tingkat kemurnian dan daya tumbuh yang tinggi, berukuran penuh dan seragam, daya kecambah diatas 80 %, bebas dari biji gulma, penyakit dan hama atau bahan lain.

Kini sangat banyak benih padi yang beredar di pasaran, namun tidak semuanya mempunyai kualitas yang baik. Seringkali ditemukan kejadian walaupun benih yang digunakan tersebut telah bersertifikat dan berlabel namun setelah ditanam hasilnya kurang memuaskan.
Untuk itu perlu dilakukan seleksi benih, sehingga akan dihasilkan benih yang bernas dan seragam, yang nantinya diharapkan menghasilkan bibit yang sehat dan seragam pada saat dipindahkan ke pertanaman. Salah satu cara yang dapat dilakukan dengan menggunakan larutan garam dengan indikator telur yang merapung untuk menentukan jumlah garam yang digunakan.

SELEKSI BENIH PADI

Alat dan bahan :
1.      Ember atau panci (isi 10 liter) 2 buah
2.      Saringan 1 buah
3.      Benih padi (sesuai kebutuhan)
4.      Garam dapur
5.      Telur ayam/bebek 1 buah
6.      Air secukupnya

Tahap Kegiatan seleksi benih padi ini adalah:
1.      Siapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan untuk tahapan kegiatan seleksi benih padi
2.      Isi ember dengan air sampai 2/3 bagiannya
3.      Tuang garam dapur lebih kurang 1 kg sambil diaduk sampai larut.
4.      Setelah garam larut, masukan satu butir telur ayam kedalam larutan garam, dan perhatikan posisi telur, apakah masih terbenam, melayang atau sudah mengambang/mengapung di permukaan air.
·   Jika telur masih terbenam/ tenggelam maka perlu dilakukan penambahan garam yang ditambahkan sedikit demi sedikit sampai telur mengambang di permukaan air. Setelah telur mengambang, maka penambahan garam dihentikan. Telur dikeluarkan dari larutan garam dan benih segera dicuci.
·     Jika telur telah mengambang pada permukaan air, artinya garam tidak perlu ditambah lagi dan siap digunakan untuk seleksi benih.

5.    Tuangkan benih kedalam larutan garam yang telah diuji tadi, dan dilakukan pengadukan secara merata.
6.      Benih yang mengapung adalah benih hampa atau kurang bernas, sedangkan benih yang tenggelam adalah benih yang bernas
7.     Angkat benih yang mengapung dengan bantuan saringan dan taruh dalam sebuah wadah, angkat benih yang bernas (tenggelam) kemudian cuci segera sampai bersih lalu masukkan kedalam karung, diamkan benih yang bernas selama 12 - 24  jam, atau bisa langsung disemai di persemaian yang telah dipersiapkan.
Semoga bermanfaat.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar