Selasa, 01 Maret 2016

Kahat N pada Tanaman Padi



Unsur Nitrogen (N) merupakan unsur yang sangat diperlukan bagi tanaman padi dan dapat mempengaruhi semua parameter yang mendukung hasil. Unsur N akan mempercepat pertumbuhan tanaman, memperbesar ukuran daun dan meningkatkan jumlah butir per malai. Warna daun yang merupakan indikator status N tanaman, berkaitan erat dengan tingkat fotosistesis daun dan produksi tanaman. Ketika cukup N diberikan kepada tanaman, kebutuhan akan hara-hara lain seperti P dan K akan meningkat. Kahat N mengakibatkan berkurangnya anakan, daun mengecil dan tanaman menjadi pendek, dan jumlah gabah berkurang.

 
Gejala kahat N
Tanaman padi yang kekurangan N akan kerdil, berwarna kekuningan. Daun-daun yang lebih tua atau seluruh tanaman berwarna hijau kekuningan. Daun-daun tua atau kadang-kadang semua tanaman menjadi hijau muda dan khlorotik di pucuknya. Dalam keadaan stress N berat, daun akan mati. Kecuali untuk daun muda, yang lebih hijau, daun sempit, pendek, tegak, berwarna hijau kekuningan. Seluruh tanaman dapat tampak kekuningan. Gejala fisual kahat N dapat serupa dengan gejala kahat S, akan tetapi S kurang umum terjadi dan cenderung awalnya mempengaruhi daun-daun muda atau seluruh daun tanaman.

 
Penyebab kahat N.
Kahat N dapat disebabkan karena: 1) Rendahnya daya pasok N tanah; 2) Pupuk N an organik yang diberikan tidak cukup; 3) Efisiensi pemakaian pupuk N rendah (kehilangan akibat volatilisasi,denitrifikasi, waktu pemberian dan penempatan pupuk yang salah, pencucian dan aliran permukaan). Pasokan N tanah biasanya tidak mencukupi untuk mendukung hasil yang lebih tinggi dari varietas unggul sehingga kahat N umum terjadi di semua daerah utama padi.
Terjadinya kahat N
Kahat N dapat terjadi pada tanah dengan kandungan bahan organik yang sangat rendah, misal kurang dari 0,5% C-organik, tanah bertekstur kasar dan masam. Kahat N juga terjadi pada tanah miskin pasokan N asli, misal tanah sulfat masam, salin, kahat P, dan sawah berdrainase buruk. Disamping itu juga terjadi pada tanah alkalin dan berkapur miskin bahan organik. Kahat N ini sering muncul pada tahap pertumbuhan kritis seperti pertumbuhan anakan dan primordia, yaitu ketika N banyak dibutuhkan.

Pengaruh genagan terhadap ketersediaan dan penyerapan N
Kalau pupuk NH4 (missal urea) dibenamkan ke lapisan reduksi tanah setelah digenangi, maka NH4+ diikat pada koloid tanah, untuk sementara di-imobilisasi oleh mikroba-mikroba tanah atau diikat secara aboitik pada komponen-komponen bahan organik tanah seperti senyawa-senyawa fenol. Kehilangan karena perkolasi biasanya sedikit , kecuali di tanah dengan tekstur kasar.
Urea susulan dengan cepat dihidrolisis ( dalam 2-4 hari), dan mudah hilang melalui volatisasi NH3. Setelah pertengahan fase pembentukan anakan, ketika sistem perakaran yang rapat dengan banyak akar rambut telah terbentuk, tingkat penyerapan N yang disebar ke air tergenang bisa besar( ? 10 kg/ha/hari) sejalan dengan rendahnya kehilangan karena volatilisasi NH2.

Pengelolaan umum N
Tanaman yang kahat N dengan mudah dapat diperbaki karena tanaman cepat tanggap terhadap pupuk N. Tanggapan tanaman terhadap pupuk N ini sudah dapat terlihat dalam waktu 2-3 hari. Tanggapan terhadap pupuk ini dapat terlihat dari warna daun, yaitu menjadi lebih hijau dan pertumbuhan vegetative lebih baik. 
Semoga Bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar