Kamis, 09 Juni 2016

Insektisida Biologi Pengendali Kutu Tanaman



Mungkin topik ini sudah banyak petani yang mengetahuinya, namun tidak ada salahnya saya menulis kembali sekedar mengingat kembali tentang pengendalian kutu pada tanaman. Hama golongan kutu tanaman menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan tanaman baik di daun dan batang tanaman. Karena hisapan ini maka akan menyebabkan tanaman tidak bisa tumbuh normal, kadang daun keriting, daun melengkung, batang bengkok, titik tumbuh mati, daun berubah warna dan bunga menjadi rontok. Pada tanaman padi jika terserang hama penghisap seperti wereng akan menyebabkan padi kuning dan menurunnya produksi,  jika serangan parah tak terkendali menyebabkan daun padi kering seperti terbakar dan mengakibatkan puso (gagal panen).

Banyak sekali jenis hama kutu tanaman seperti kutu kebul, trips, tungau, apids, mizus dll. Cuma yang jadi permasalahan bahwa hama tungau adalah bukan dari jenis serangga selain itu dan mempunyai ukuran yang sangat kecil sehingga sulit dilihat dengan kasat mata (mata telanjang) apalagi mata tua.
Karena tungau bukan dari jenis serangga maka butuh pestisida tertentu untuk mengendalikannya yang biasa disebut akarisida. Insektisida yang bisa digunakan untuk mengendalikan kutu tanaman biasanya bisa untuk semua kutu tetapi belum tentu bisa digunakan untuk mengendalikan tungau.

Selanjutnya akan kami bahas tentang insektisida yang bisa digunakan untuk mengendalikan semua jenis kutu tanaman dan semua jenis tungau bahkan bisa untuk mengendalikan ulat-ulat yang kecil seperti plutella pada tanaman kubis.

Serangan trips dan tungau pada cabe sangat mudah diketahui dari gejala serangannya. Gejala serangan trips dan tungau pada tanaman cabe dapat dilihat dari bentuk daun cabe yang keriting, melengkung dan titik tumbuhnya mati (tidak mau tumbuh tunas baru), perbedaan serangan trips dan tungau :
·      Keriting daun cabe yang disebabkan oleh trips. Gejala keriting pada daun tanaman cabe sebagian besar disebabkan oleh hama trips. Gejala yang ditimbulkan oleh trips pada daun cabe adalah adanya daun yang keriting dengan bentuk lekukan yang menggulung ke atas. Biasanya serangan trips diikuti dengan gejala rontoknya bunga cabe. Pada permukaan daun bagian atas biasanya juga terdapat lapisan mengkilap seperti perak. Hama tanaman ini sangat mudah dilihat kasat mata pada bunga-bunga tanaman cabe dan didalam gulungaan daun cabe, berbentuk kecil memanjang seperti semut hitam dengan warna ada yang hitam dan hijau. Binatang ini bisa bergerak cepat dan mudah meloncat.
·      Keriting daun cabe yang disebabkan oleh tungau. Tungau menyerang tanaman cabe dengan memberikan gejala yang khas, yaitu daun yang terserang akan melengkung ke bawah dengan rapih. Serangan tungau biasanya terjadi pada daun yang ketiga sampai kebawah. Jika daun yang menggulung dibuka dan diperhatikan secara teliti maka permukaan daun bagian bawah akan terdapat binatang yang sangat lembut sekali (selembut tepung) yang bergerak secara perlahan-lahan. Warna tungau pada permukaan daun biasanya hijau muda 

Berbagai macam insektisida yang dijual dipasaran sudah banyak yang bisa digunakan sebagai pengendali trips dan tungau. Hanya cara kerjanya saja yang kadang berbeda. Ada yang bekerja dengan cara kontak dan ada yang bekerja dengan cara sistemik. Ada yang perlu dosis banyak ada yang perlu dosis sedikit. Ada yang cara kerjanya cepat ada yang cara kerjanya lambat. Ada yang merusak daun dan bunga tanaman ada yang justru menyuburkan tanaman. Ada yang hama sudah kebal terhadap insektisida tersebut ada yang belum kebal. Ada yang hanya mampu mengendalikan hama trips saja ada yang hanya mampu mengendalikan tungau saja dan ada pula yang mampu mengendalikan keduanya.   Semua kriteria pestisida tersebut akan sangat menentukan harganya.
Menurut pengalaman agritani penggunaan insektisida kimia secara terus menerus hanya akan meningkatkan kekebalan (resistensi) dan cenderung lebih cepat berkembangbiak (resurjensi) dari hama. Agritani kini menyediakan insektisida biologi dengan kandungan agensia hayati dari golongan bakteri entomopatogen.



Kelebihan penggunaan agens hayati atau insektisida biologi ini adalah :
1.      Sangat aman pada tanaman dan mahluk  hidup lain bahkan cenderung menyuburkan daun, tidak seperti insektisida kimia
2.      Selain efektif unrtuk mengendalikan   trips, juga sangat bagus digunakan untuk mengendalikan hama wereng, belalang, walang sangit pada tanaman padi.
3.      Konsentrasi yang digunakan sangat kecil yaitu pakai 5 ml/ lt air.
4.      Bisa mengendalikan golongan hama penghisap sekaligus
5.      Entomopatogen juga sangat bagus  untuk mengandalikan hama kutu-kutu lainnya pada berbagai tanaman, seperti apids pada kacang panjang dan mizus pada cabai serta kutu kebul pada terong.
Jika rekan-rekan Agritani akan membeli insektisida biologi yang terjamin kualitasnya kami menyediakan Agensia Hayati pengendali trips dan hama pengganggu lainnya seperti di atas.  Insektisida biologi dengan nama dagang entomopatogen  ini diproduksi oleh jaringan PPAH, yang selalu diuji  kualitasnya pada Laboratorium organisme pengganggu tanaman.

2 komentar:

  1. Bio insek ini kerjanya seperti apa mas... Dan kalau pemesanan caranya gimana... +harganya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas kunjungannya Mas Ucil...
      Bioinsektisida ini bekerja dengan memarasit hama sasaran atau istilah gampangnya membuat hama menjadi sakit, lalu menularkannya ke teman hama yang lain dan kemudian mati. Jika berminat dengan bioinsektisida "Entomopatogen" bisa pesan dg cara hub/sms/wa ke 081331570568, dengan harga hanya Rp.40.000/ 1 liter

      Hapus