Senin, 01 Juni 2020

Manfaat Gabah Bangkok Untuk Lovebird Dan Cara Pemberiannya

Sudah kita ketahui bersama jika gabah ini memang termasuk salah satu bagian dari padi yang nantinya akan dijadikan beras untuk konsumsi manusia. Namun, dibalik manaatnya yang banyak untuk manusia, ternyata gabah juga memiliki fungsi lain yang dapat bermanfaat untuk Lovebird anda. Pada umumnya, burung kicauan seperti Lovebird ini akan memakai pakan milet putih untuk dijadikan sebagai asupan energi yang utamanya. Akan tetapi, pemberian pakan milet putih saja dirasa tidaklah cukup jika digunakan untuk mendongkrak stamina dan daya tahan bagi burung tersebut. Lovebird juga masih membutuhkan pakan ekstra supaya terpenuhi semua keperluan vitamin dan mineralnya.

Pada umumnya pemelihara menggunakan tambahan pakan dengan memberikan sayur dan buah. Diantaranya seperti sayuran bayam, wortel sampai dengan buah apel. Untuk metode pemberian pakan tambahan ini sendiri terbukti dapat untuk meningkatkan stamina dari burung supaya bisa terhindar dari serangan aneka ragam penyakit.

Jumat, 06 September 2019

Segudang Manfaat Beras Hitam yang Perlu Anda Ketahui

Bagi masyarakat Indonesia, beras adalah salah satu sumber bahan makanan utama. Beras putih adalah salah satu jenis beras yang paling banyak dikonsumsi. Namun, pernah Anda mengonsumsi berat hitam? Meski berasal dari spesies tanaman yang sama, beras hitam memiliki beberapa keunggulan dibanding beras putih. Apa saja manfaat beras hitam yang bisa didapatkan tubuh?

Manfaat Beras Hitam bagi Kesehatan Tubuh

Meski tidak sepopuler beras putih atau beras merah, beras hitam adalah jenis beras yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Perlu diketahui, beras hitam memiliki kandungan serat yang tinggi serta mengandung zat antosianin–senyawa flavonoid
yang memiliki kemampuan sebagai antioksidan. Selain itu, antosianin juga bisa bermanfaat membantu melawan penyakit kanker, jantung, hingga gangguan kesehatan lain.

Minggu, 01 April 2018

Bio Farm Gold, Pupuk Hayati Terlengkap


Bio Farm Gold adalah pupuk organik dengan Formula Bio Teknologi Organik yang berbahan dasar dari bahan-bahan laut nusantara yang kaya akan protein dan mineral yang diproses secara hydrolize tanpa menggunakan pemanasan suhu tinggi, sehingga kandungan nutrisi dan protein – NPK alami – Asam Amino serta Trace Mineral sebagai prebiotik tetap terjaga kualitasnya dengan memadukan teknologi kultur mikrobakteri terkini yang sangat multi efektif buat perbaikan tanah, meningkatkan kesuburan tanah dan kualitas tanaman

Manfaat Bio Farm Gold

1.   Mengandung mikroba unggul dan tangguh dari hasil pembiakan murni.
2. Mengandung hormone pertumbuhan alami: Giberelin, Auksin, dan Sitokinin, sehingga memaksimalkan

Minggu, 19 November 2017

BUDIDAYA KACANG PANJANG

Siapa yang gak tahu kacang panjang..?? ya... kacang panjang merupakan tanaman perdu semusim. Daunnya bersifat majemuk, tersusun atas tiga helai. Batangnya liat dan sedikit berbulu. Akarnya mempunyai bintil yang dapat mengikat nitrogen (N) dari udara. Hal ini bermanfaat untuk menyuburkan tanah. Bunganya berbentuk kupu-kupu, setiap  tangkai mempunyai 3-5 bunga. Warna bunganya ada yang putih, biru, atau ungu. Kacang panjang merupakan tanaman menyerbuk sendiri, namun penyerbukan silang dengan bantuan serangga dapat juga terjadi sekitar 10%. Tidak setiap bunga dapat menjadi buah, hanya 1-4 bunga yang dapat menjadi buah. Buahnya berbentuk polong bulat panjang dan ramping. Panjang polong sekitar 10-80 cm. Warna polong muda hijau sampai hijau keputihan, setelah tua warna polong menjadi putih kekuningan.

Sebelum lebih jauh mengenai budidayanya, yuk kita simak klasifikasi dari tanaman kacang panjang ini. Susunan klasifikasi kacang panjang secara lengkap menurut salah

Selasa, 14 November 2017

Gadung Klon-21, Mangga Alpukat Khas Pasuruan

Pasuruan seharusnya  disebut sebagai salah satu daerah produsen mangga terbesar di Jawa Timur, atau bahkan di Tanah Air, tapi sampai saat ini Probolinggo yang memang bersebelahan dengan Pasuruan masih terkenal dengan sebutan "Kota Mangga", mungkin karena secara kasat mata kalo kita lewat Kota Probolinggo memang banyak kita jumpai pedagang-pedagang  buah mangga yang berjejer di pinggir jalan. Selain sebagai daerah produsen mangga terbesar, Pasuruan   juga merupakan satu-satunya daerah yang memiliki kebun koleksi mangga yang berfungsi sebagai koleksi plasma nutfah mangga terlengkap di Asia Tenggara, wauuuwww.. ..  keren bukan..??
Usut punya usut nih.. ternyata mangga produksi Pasuruan khususnya Mangga Gadung Klon 21  banyak yang dijual ke luar kota, secara eksklusif, yaitu melaui pesanan, maupun tradisional dengan cara borongan. Hal ini dapat dijumpai ketika tim agritani mengunjungi budi daya tanaman mangga dengan model "estate" di Desa Oro-oro Ombo Wetan, Kecamaatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, musim panen saaat ini.
Banyak rekan-rekan bisnis Agritani yang  menanyakan mangga Pasuruan yang lezat karena dipanen

Kamis, 02 November 2017

Mencegah Penyakit Patek Busuk Buah (antraknose) Pada Tanaman Cabe

foto: Balitbangtang
Salah satu penyakit yang menjadi momok bagi petani cabe yaitu Patek. Serangan penyakit patek, busuk buah atau antraknosa pada tanaman cabe dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar dan bahkan serangan penyakit ini menimbulkan kegagalan panen yang diakibatkan rusaknya buah cabe. Para petani kita dalam budidaya cabe pada umumnya belum menerapkan sepenuhnya kaidah-kaidah budidaya cabe yang benar (tradional) sehingga mengakibatkan usaha agribisnya belum memberikan hasil yang optimal dan banyak merugi.

Untuk memperbaiki dalam pengelolaan budidaya cabe perlu menerapkan Standar Opersional Prosedor (SOP) yang berdasarkan atas norma budidaya yang baik dan benar (Good Agriculture Praktices/GAP)

Kegiatan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dilakukan dengan sistem terpadu untuk menurunkan populasi OPT atau intensitas serangan sehingga tidak merugikan secara ekonomis dan aman bagi lingkungan. Salah satu kegiatan pengendalian OPT yang sangat menentukan keberhasilan usaha agribisnis cabe yang merugikan petani adalah serangan penyakit patek atau antraknosa pada tanaman cabe.
Penyakit patek atau antraknosa yang menyerang pada tanaman cabe yang disebabkan oleh penyakit patek atau antraknosa menyerang tanaman pada saat kelembaban udara tinggi ± 95 % dan suhu udara rendah dibawah 320 C dan cendawan tersebut bila menyerang pada biji cabe dapat bertahan hingga 9 bulan.

Gejala serangan penyakit patek atau antraknosa awal berupa bercak coklat kehitaman pada permukaan buah cabe, kemudian menjadi busuk lunak. Pada bagian tengah bercak terdapat kumpulan-kumpulan titik-titik hitam yang merupakan koloni cendawan. Pada bagian tengah buah tampak bercak kumpulan titik hitam yang merupakan kelompok seta dan konidium. Sedangkan tanaman yang terserang patek akibat infeksi cendawan gloesperium sp. Menunjukkan bercak coklat dengan bintik berlekuk. Pada bagian tepi bintik tersebut berwarna kuning membesar dan memanjang. Jika kelembaban tinggi cendawan akan membentuk lingkaran memusat atau konsintrik berwarna merah jambu. Serangan berat akan menyebabkan seluruh buah keriput dan mongering. Warna kulit buah menyerupai jerami padi dan dalam kondisi cuaca panas dan lembab dapat mempercepat perkembangan penyakit ini.

Pengendalian serangan penyakit patek, busuk buah atau antraknosa
a. Perlakuan biji benih cabe dengan cara merendam biji dalam air panas (550C) selama 30 menit atau perlakuan dengan fungisida sistemik golongan Triazole dan Pryrimidian (0,05 – 0,1 %)
b. Melakukan sanitasi rumput –rumput disekeliling tanaman dan buah cabe yang terserang penyakit patek, busuk buah atau antraknosa buahnya dikumpulkan dan dimusnakan.
c. Menanam benih yang bebas pathogen pada lahan yang tidak kontaminasi oleh pathogen penyakit patek, busuk buah atau antraknosa, baik itu di pesemaian atau di lahan usahatani.
d. Menanam cabe varietas genjah untuk menghindari infeksi, yaitu usaha memperpendek periode ekspose tanaman terhadap sumber inokulum.
e. Melakukan pergiliran tanaman dengan tanaman yang bukan inang solanaceae
f. Memperbaiki aerasi tanah agar tidak terjadi genangan air dan kelembaban yang cukup tinggi, dengan membuat guludan setinggi 40 – 50 cm.
g. Memanfaatkan agens antagonis Trichoderma spp dan Gliocladium spp. Mengaplikasikan pada kantong pesemaian sebanyak 5 gram per kantong diaplikasikan 3 hari sebelum benih ditanam atau bersamaan dengan penanaman benih cabe.
h. Memanfaatkan mikroba antagonis Psudomonas Fluorescens dan Bacillus subtilis, diaplikasikan muai fase pembungaan hingga 2 setelah pembungaan dengan selang waktu 1 minggu.
i. Apa bila gejala serangan penyakit pada buah semakin meluas dapat digunakan fungisida yang afektif dan sudah terdaftar/dianjurkan.

Sumber : Balitbangtang Direktorat Tanaman Hias Direktorat Jenderal


Bagi rekan-rekan petani yang membutuhkan agen hayati pengendali penyakit pada cabe seperti layu fusarium, busuk batang, busuk akar, ralstonia dan patek/antraknosa, Agritani menyediakan agen hayati tersebut dg merk dagang "Äntagonis plus".


Selasa, 15 Agustus 2017

Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman/OPT pada Bawang Merah

Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) adalah faktor pembatas produksi tanaman di Indonesia, baik tanaman pangan, hortikultura maupun tanaman perkebunan. Organisme Pengganggu Tanaman, secara garis besar dibagi menjadi tiga yaitu hama, penyakit dan gulma. Hama dapat menimbulkan gangguan pada tanaman secara fisik, dapat disebabkan oleh serangga tungau, vertebrata dan molusca. Sedangkan penyakit menimbulkan gangguan fisiologis pada tanaman, disebabkan oleh cendawan, bakteri, fitoplasma dan virus. Perkembangan hama dan penyakit sangat dipengaruhi oleh dinamika faktor iklim, sehingga tidak heran jika pada musim penghujan, sangat disibukkan oleh masalah penyakit tanaman.

Hama Penting Pada Tanaman Bawang Merah
1. Ulat bawang (Spodoptera exigua atau S. litura)
Telur diletakkan pada pangkal dan ujung daun bawang merah secara berkelompok, telur dilapisi benang-benang putih seperti kapas. Telur akan menetas dalam waktu 5-7 hari pada kondisi normal. Telur yang ditemukan pada rumpun tanaman hendaknya diambil dan dimusnahkan.

Antraknosa pd Tanaman Hortikultura

Apa itu Penyakit Antraknosa ? Patogen tanaman merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman (OPT) yang mempengaruhi fungsi fisiologis tanaman. Fungsi fisiologis tanaman merupakan rangkaian aktifitas pada tanaman untuk melangsungkan hidup salah satunya adalah fotosintesis. Fotosintesis adalah proses pembentukkan energi dari CO2 dan H2O, selanjutnya energi yang dihasilkan digunakan untuk pembentukkan organ tanaman, salah satunya adalah pembentukan buah. Gangguan fungsi fisiologis yang disebabkan oleh organisme pengganggu tanaman menyebabkan tanaman sulit untuk berbuah bahkan sampai tidak menghasilkan buah (Sibarani, 2008).
Cendawan merupakan salah satu OPT yang dilaporkan banyak menyerang tanaman hortikultura.
Cendawan yang menyerang tanaman hortikultura pada umumnya adalah Botryodiplodia sp., Fusarium sp., Chepalosporium sp., dan yang sering menyebabkan penyusutan hasil produksi adalah Colletotrichum sp. penyebab penyakit antraknosa yang menyerang baik pada saat prapanen, penyimpanan (di pedagang pengumpul), dan saat pemasaran (di pasar buah dan pasar swalayan) (Sari, 2006).

Minggu, 23 Juli 2017

Budidaya Padi Jajar Legowo Super

Para pengunjung agritani sudah pernah baca dong artikel Sistem Jajar Legowo... Nah seiring berkembangnya teknologi, belakangan terdengar santer juga penyempurnaan dari sistem jajar legowo tadi yang dikasih nama Budidaya Padi Jajar Legowo Super. Mungkin jarak tanam nya tetap ya pakai jajar legowo, tetapi teknik ini pastinya dilengkapi dengan teknologi A, B, C dan yang lainnya, sehingga jadilah Jajar Legowo Super..

 Perbedaan jajar legowo dan jajar legowo super dapat terlihat seperti berikut ini:
 (a) Jajar Legowo (Jarwo): merupakan sistem tanam pindah dimana antara 2 barisan tanaman padi terdapat lorong kosong memanjang sejajar dengan barisan tanaman padi, sedangkan dalam barisan menjadi setengah jarak tanam antar baris;
(b) Jajar Legowo Super (Jarwo Super): Sistem produksi padi yang mengimplementasikan secara terpadu teknologi budidaya padi terbaik dari inovasi Balitbangtan berbasis cara tanam jajar legowo yang meliputi, VUB dengan potensi hasil tinggi, biodekomposer, pupuk hayati, pemupukan berimbang, pengendalian OPT dengan pestisida nabati, dan penggunaan alsintan (khususnya transplanter dan combine harvester) untuk menekan biaya tenaga kerja.
Adapun komponen teknologi jajar legowo super diantaranya adalah:

Kamis, 20 Juli 2017

Pengiriman Suplemen Ternak BioTerna dan Pupuk Hayati BioTan10

Pengiriman Suplemen Ternak BioTerna Dan Pupuk Hayati BioTan10 Ke Dumai Prop. Riau

Berikut salah satu dokumentasi Produk Agritani yang siap dikirim ke Dumai 



Dengan Jasa Ekspedisi langganan Agritani, Inshaallah produk-produk Agritani selama ini sampai ke alamat tujuan dengan tepat waktu.




Senin, 03 Juli 2017

Pupuk Hayati Primanu



Pupuk PRIMANU merupakan pupuk hayati cair (PHC) dan dekomposer yang berfungsi memperbaiki unsur hara pada tanah, pengatur tumbuh tanaman-tanaman (baik pada pertanian, peternakan, maupun perkebunan), serta menyuburkan tanaman yang berujung pada hasil panen yang lebih. Dengan mikroorganisme yang terkandung di dalamnya, Pupuk Hayati Primanu telah menjadi salah satu pupuk hayati terbaik.





Keunggulan Pupuk Hayati Primanu:
1.    Mengurangi kebutuhan pupuk kimia
2.    Menyediakan unsur N dan melarutkan P dan K
3.    Merangsang pertumbuhan tanaman sehingga kesuburannya meningkat
4.    Penyediaan unsur tanah
5.    Meningkatkan hasil tanam dan juga kualitas hasil panen
6.    Menyuplai probiotik tanaman, tanaman jadi tahan terhadap hama dan penyakit

Kamis, 08 Juni 2017

Pupuk Hayati Biotan 10 untuk Hasil Maksimal

Bio Tan 10 adalah produk pupuk cair terbaik di kelasnya, yang dibuat dari berbagai bahan baku organik pilihan, tumbuhan dan mineral alami dengan melalui penelitian, uji efektifitas secara ilmiah dan praktek di lapangan. Bio Tan 10 merupakan pupuk hayati plus organik cair yang dapat diandalkan untuk meningkatkan produksi pertanian.

Info lebih lengkap, Kunjungi juga Biotan10, Pupuk Hayati Terlengkap

Kegunaan Bio Tan 10
1.       Mengandung hormon pertumbuhan alami
2.       Memperbaiki struktur tanah sehingga tanah lebih subur dan gembur
3.       Pertumbuhan tanaman lebih cepat sehingga panen lebih cepat
4.       Mengandung mikroorganisme dan enzim yang bermanfaat sebagai pengurai residu pupuk kimia dan pestisida
5.       Meningkatkan system kekebalan tanaman dari hama dan penyakit
6.       Dapat menghemat penggunaan pupuk kimia sekitar 30-50%
7.     Dapat meningkatkan hasil panen sekitar 20-30%

Dapat diaplikasikan pada semua jenis tanaman

Berikut gambar beberapa tanaman yang menggunakan Pupuk Hayati Biotan10:

Kamis, 12 Januari 2017

Aplikasi Pupuk Hayati BioTan 10 pada Tanaman Padi

Agritani sudah beberapa kali menggunakan pupuk hayati BioTan 10. Dengan kandungan Mikroorganisme yang lengkap dan unsur hara makro dan mikro, serta dilengkapi dengan hormon tanaman, pertumbuhan tanaman padi lebih optimal dan hasil panen pun meningkat.
Keunggulan lain dengan menggunakan pupuk hayati BioTan 10 ini adalah kebutuhan pupuk kimia juga berkurang.



Kegunaan Bio Tan 10
1.       Mengandung hormon pertumbuhan alami
2.       Memperbaiki struktur tanah sehingga tanah lebih subur dan gembur
3.       Pertumbuhan tanaman lebih cepat sehingga panen lebih cepat
4.       Mengandung mikroorganisme dan enzim yang bermanfaat sebagai pengurai residu pupuk kimia dan pestisida
5.       Meningkatkan system kekebalan tanaman dari hama dan penyakit
6.       Dapat menghemat penggunaan pupuk kimia sekitar 30-50%
Dapat meningkatkan hasil panen sekitar 20-30%

Berikut gambar perkembangan tanaman padi di lahan agritani:





Dengan Pupuk Hayati BioTan 10, alhamdulillah musim terakhir kemarin produktivitas padi 9 ton/ha, itu hasil riil lho.. bukan ubinan.
Semoga artikel ini bermanfaat, dan semoga banyak petani yang mau menggunakan pupuk hayati

Jumat, 24 Juni 2016

Musuh Alami Hama Padi Jenis Patogen


Dalam pengendalian hama secara terpadu (PHT) aplikasi pestisida adalah jalan terakhir yang akan ditempuh jika komponen pengendalian lain tidak dapat membantu. Sebelum menggunaka pestisida untuk mengendalikan hama, petani perlu mengetahui terlebih dahulu perbedaan antara serangga hama dan musuh alami efektivitas musuh alami sebagai pengendali hama padi bergantung pada populasi selain lokasi, waktu, dan paraktek budi daya tanaman.
Keseimbangan alami antara serangga hama dan musuh alaminya antara serangga hama dam musuh alaminya sering diganggu oleh penggunaan racun serangga yang tidak tepat. Meskipun dalam keadaan tertentu insektisida masih kita perlukan, namun penggunaannya harus secara bijaksana agar dapat menyelamatkan dan melestarikan kehidupan alami yang sangat peka teresebut.

Selasa, 21 Juni 2016

Musuh Alami Hama Padi Jenis Predator (Pemangsa)



Kalau kita amati di pertanaman padi, banyak kita jumpai beranekaragam jenis serangga, ada belalang, wereng, capung, katak, keper, ulat, laba-laba dan lain sebagainya. Apakah semua serangga-serangga tersebut merupakan hama bagi tanaman padi? nah... ini mungkin yang perlu dipahami oleh rekan-rekan petani kita. Karena dari beberapa pengalaman, jika kelihatan ada belalang di tanaman padi nya, rekan petani kita sudah buru-buru membeli insektisida untuk membasminya. Memang, setelah kita semprot dengan insektisida, sepertinya rasanya plong, puas,... (pasti gak ada lagi belalang nih...). Namun, pernahkah kita mengamati setelah penyemprotan kalo belalang tadi telah mati kena semprot kita?

Hama mempunyai kemampuan berkembang biak yang tinggi guna mengimbangi adanya tingkat kematian tinggi  pula dalam mengahadapi alam. Misalnya satu induk wereng batang coklat padi sebtulnya dapat menghasilkan banyak keturunan, tetapi karena bekerjanya predator sehingga hanya 1 atau 2 dewasa yanga dapat hidup setelah satu generasi. Bukanlah sesuatu yang luar biasa bila terjadi mortalitas sebesar 98-99%. Kalau tidak demikian, tingkat kepadatan hama akan terjadi ledakan.

Kamis, 09 Juni 2016

Insektisida Biologi Pengendali Kutu Tanaman



Mungkin topik ini sudah banyak petani yang mengetahuinya, namun tidak ada salahnya saya menulis kembali sekedar mengingat kembali tentang pengendalian kutu pada tanaman. Hama golongan kutu tanaman menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan tanaman baik di daun dan batang tanaman. Karena hisapan ini maka akan menyebabkan tanaman tidak bisa tumbuh normal, kadang daun keriting, daun melengkung, batang bengkok, titik tumbuh mati, daun berubah warna dan bunga menjadi rontok. Pada tanaman padi jika terserang hama penghisap seperti wereng akan menyebabkan padi kuning dan menurunnya produksi,  jika serangan parah tak terkendali menyebabkan daun padi kering seperti terbakar dan mengakibatkan puso (gagal panen).

Banyak sekali jenis hama kutu tanaman seperti kutu kebul, trips, tungau, apids, mizus dll. Cuma yang jadi permasalahan bahwa hama tungau adalah bukan dari jenis serangga selain itu dan mempunyai ukuran yang sangat kecil sehingga sulit dilihat dengan kasat mata (mata telanjang) apalagi mata tua.

Jumat, 03 Juni 2016

Fungsi S (Sulfur) atau Belerang pada Tanaman


Sebagian rekan petani kita masih fanatik dengan penggunaan salah satu jenis pupuk saja, yaitu urea, yang hanya mengandung unsure N saja. Padahal tanaman padi juga membutuhkan unsur-unsur yang lain misalnya S atau belerang. Kebutuhan belerang bagi tanaman kurang lebih sama dengan phosphor. Penggunaan pupuk N, P dan K yang selama ini tidak mengandung belerang seperti Urea, TSP (1-2%) dan KCL. Padahal terjadi kekurangan belerang dapat disebabkan oleh pemupukan yang bebas belerang atau mengandung S sangat sedikit. Penanaman tebu dan varietas padi yang berpotensi berproduksi tinggi menyerap belerang dalam jumlah yang lebih besar. Bahkan praktek pertanaman intensif dan pola tanam ganda yang memerlukan suplai S yang lebih besar, pada gilirannya menyebabkan kekurangan unsure tersebut. Faktor lainnya ialah akibat digunakannya sisa tanaman seperti jerami untuk makanan ternak dan bahan baku industri, turunnya penggunaan pestisida yang mengandung S, turunnya cadangan S tanah karena pencucian, terutama sulfat (SO4 ) oleh air hujan. Sulfur terdapat di dalam tanaman dalam bentuk protein, sulfat dan senyawa yang mudah menguap (S-glukosida). Karena pemberian pupuk S ke dalam tanah dapat meningkatkan kandungan protein hasil panen. Di samping sebagai komponen protein, sulfur berperan pada perkembangan klorofil, walaupun bukan komponen klorofil. Tanaman yang menderita kekurangan sulfur memperlihatkan warna daun yang pucat kekuning-kuningan. Selain itu Produksi protein tanaman menurun, pertumbuhan sel tanaman kurang aktif.Terjadi penimbunana amida bebas dan asam amino sampai batas yang berbahaya bagi tanaman, terjadi kerusakan aktifitas fisiologis dan mudah tererang hama dan penyakit.

Senin, 23 Mei 2016

Refugia, Tanaman Pengendali Hama



Pengendalian hama serangga pada tanaman padi atau sayuran tak selamanya harus melakukan penyemprotan pestisida, pengendalian secara alami dengan memanfaatkan serangga musuh alami terkadang lebih efektif, effisien dan ekonomis serta berdampak lingkungan yang lebih baik. Serangga musuh alami pada tanaman padi dan sayuran secara alamiah sebetulnya sudah ada namun karena lingkungan yang tidak memadai, maka terjadi ketidakseimbangan perkembangan serangga musuh alami dan hama tanaman. Lambatnya perkembangan serangga musuh alami berdampak terjadi ledakan hama yang membutuhkan perlakukan penyemprotan menggunakan pestisida kimia, nabati maupun hayati.

Penggunaan serangga musuh alami untuk mengendalikan hama tanaman saat ini sedang gencar dianjurkan. Serangga musuh alami hama tanaman maupun hama tanaman itu sendiri secara naluri menyenangi tanaman yang mengeluarkan nectar. Bau nectar akan menarik serangga musuh alami maupun hama tanaman sehingga pada tanaman yang mengeluarkan nectar akan berkumpul serangga musuh alami maupun hama tanaman yang berakibat serangga musuh alami tersebut memakan hama tanaman. Pada tanaman yang mengeluarkan nectar tersebut terjadi pengendalian hama tanaman secara alamiah sehingga terjadi keseimbangan lingkungan.

Sabtu, 21 Mei 2016

Seleksi Benih Padi



Salah satu hal yang mungkin jarang dilakukan oleh petani kita sebelum menyemai benih padi yaitu menyeleksi benih. Setelah membeli benih di toko pertanian, para petani beranggapan bahwa kualitas benih yang mereka beli tadi pastilah bagus, kan sudah berlabel, begitu kira-kira. Kalau jaman ortu atau mbah saya dulu, mereka menyeleksi benih padi dengan cara memilih gabah yang memang betul-betul baik penampakannya dan kualitasnya tentu saja. Mereka memilih/mengambil gabah calon benih sebelum tanaman dipanen semua di lahan dengan menggunakan ani-ani, sehingga butir gabah calon benih tidak rusak/pecah. 
Benih padi yang unggul sangat penting sekali dalam suatu usahatani, karena benih merupakan faktor utama dan penentu keberhasilan suatu budidaya. Benih bermutu adalah benih dengan tingkat kemurnian dan daya tumbuh yang tinggi, berukuran penuh dan seragam, daya kecambah diatas 80 %, bebas dari biji gulma, penyakit dan hama atau bahan lain.

Rabu, 11 Mei 2016

Pengendalian Wereng Hijau Menggunakan Musuh Alami



Wereng hijau (Nepotettix viriescens) merupakan salah satu hama penting  pada  tanaman padi karena menularkan virus tungro yang dapat menurunkan hasil hingga puso.  Penyakit tungro menyebabkan jumlah anakan berkurang dan kehampaan gabah yang tinggi.  Usaha pengendalian yang banyak dilakukan adalah penggunaan insektisida.  Namun, penggunaan  insektisida dapat menimbulkan dampak negatif, bagi kesehatan manusia dan lingkungan sehingga secara tidak langsung bisa menurunkan daya saing padi.  Dengan demikian diperlukan strategi pengendalian lain yang lebih ramah lingkungan seperti penggunaan musuh alami.  Musuh alami yang biasa digunakan adalah predator, parasitoid dan patogen karena dapat mencegah meningkatnya populasi wereng hijau dan bermanfaat untuk pertanian berkelanjutan yang secara ekologis maupun ekonomi menguntungkan.

Musuh Alami adalah organisme yang menjadi faktor penghambat berkembangnya hama dan pennyakit pada tanaman.  Pemanfaatan musuh alami (agens hayati) dalam menekan kehilangan dan